Mengenai Saya

Foto saya
Hallo! My name is Handayani Kesumadewi my friend usually call me niken. You can share with me and I hope you enjoy to read my blog :D

Selasa, 05 Maret 2013

Suatu hal akan tidak terjadi, kecuali... Tanpa pengecualian.

Kadang, merasa jadi terlihat bodoh. Seakan-akan dipermainkan.
Kalau kata teman saya, buat sebagian orang yang menjunjung tinggi harga diri diatas segalanya, dengan keegoisan yang tinggi apalagi dalam urusan cinta-cintaan yang saya pikir kebanyakan isinya bullshit semua, berani untuk menjatuhkan sedikit harga diri istilahnya sedikit mengalah sedikit merendahkan diri itu sudah luar biasa.

Kenapa? Karena diciptakan manusia dengan tipe yang berbeda-beda. Kalau kata Isha begini
Tipe manusia yang takut jatuh cinta adalah mereka yang menaruh harga diri mereka di atas segalanya. Mereka lebih memilih untuk tetap berada di atas, gigih untuk tetap mematoknya disana karena mereka takut jika mereka turun satu tangga saja, mereka bisa saja jatuh kebawah. Mereka memproteksi diri mereka dengan menjadi kejam, egois, dan tidak mau berkorban untuk orang lain. Saat mereka mulai mencoba menurunkan sedikit harga diri mereka, mereka takut orang lain akan mulai menginjak-injak mereka. Mereka egois. Bukan karna mereka tidak mau peduli, tapi lebih karna mereka tidak mau sangat sakit dan jatuh terlalu dalam saat mereka jatuh cinta.
Tapi ada saatnya hati keras mereka melunak, dan harga diri mereka menurun sedikit, saat mereka sudah menemukan sebuah "pengecualian"."

Iya. Mungkin karena pengecualian. Hati yang keras akan lama-lama berhasil dilunakkan. Dan membuat pengecualian. Kalau kata mustafa nya isha, yang egoisnya luar biasa orang-orang yang egois yang harga diri nya tinggi merasa selalu diatas mempunyai dinding invisible yang perlahan-lahan bisa didekati bahkan bisa dirobohkan oleh seseorang yaitu orang yang merupakan pengecualian untuk dirinya.
Tidak heran kalau ada sebagian wanita yang akan membentengi dirinya untuk hal-hal seperti cinta-cintaan.

Tapi kenapa kita jadi terlihat bodoh?
Biasanya, untuk sebagian kisah yang saya tahu orang-orang yang selalu merasa dirinya diatas bila sudah memberikan sedikit hatinya dan sudah berani melunak untuk sedikit saja turun kebawah akan menuju akhir dari ceritanya. Ditinggalkan.

Apakah benar? Mungkin sebagian orang akan bilang itu benar.
Itu sebabnya jadi merasa bodoh. Bodoh untuk mau mengalah dan merendah sedikit.
Entah apa yang menyebabkan sedikit pengalahan membuat mudah untuk ditinggalkan. Tanpa pikir panjang
dari orang pengecualian itu.

Tau apa rasanya?
Mungkin untuk sebagian orang yang berada diposisi bawah, mengejar, selalu mengalah akan tidak akan merasa sakit dan bodoh bila ditinggalkan. Mungkin karena sudah menanamkan sugesti yang membuat rasa ikhlas bila harus ditinggalkan
Tapi bagaimana dengan yang selalu merasa aman berada diposisi atas?
Terkejut. Akan sangat-sangat terkejut, kaget karena sedikit pelunakan menyebabkan hal yang tidak pernah terpikirkan malah akan terjadi.
Mungkin jika tetap konstan selalu berada diposisi aman tidak berusaha untuk sedikit merendah disitulah zona aman untuk orang-orang seperti kami.

Galaksi Kinanthi

Beginilah cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta;


Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itumeringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.
Berhati-hatilah....

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.

Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya. Bersiaplah.... Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan. Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.


- Tasaro GK, Salamadani 2009
“Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apa pun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu. Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan, sekadar untuk diingat.”
Tasaro GK, Galaksi Kinanthi

Badai banget kan kata-katanya? Bukan bermaksud untuk galau malam ini, hanya sekedar googling dan menemukan cuplikan kata-kata dari novel "Galaksi Kinanthi". Saya jadi kepingin beli novel ini tapi berhubung di Bontang tidak ada toko buku yang cukup besar yang menjual aneka macam novel kayaknya rencana beli harus di pending, atau mungkin sampai ada yang memberi kejutan untuk beliin :) haha

Minggu, 03 Maret 2013

Waktu

Anak manja yang satu ini lagi sakit.
Tadi untuk yang kesekian kalinya jatuh dari motor.
Untungnya enggak separah yang waktu kelas 2 SMA. Gak sampe dibilangin avatar (muka jadi biru semua)
Tapi tetep aja, yang namanya jatuh itu sakit.
Kaki gue sempet nempel di ban nya motor orang. Untung bisa keluar. Untung cuma lecet. Tetep aja lecet enggak untung. Kaki jadi gak mulus lagi deh

Sedih. Begini toh rasanya lagi kenapa-napa dan jauh dari orang tua. Jauh dari papah.
Tetep sih habis jatuh yang ditelpon pertama papah, tapi kan papah gabisa ngapa-ngapain cuman bisa khawatir terus nyuruh ini itu.
Terus aku ngadu sama kamu, kamu juga langsung nelpon.
Masih beruntung kamu masih baik sama aku, langsung sigap juga dateng nemenin nyari tukang urut. Masih beruntung intinya aku masih punya kamu. Dan masih beruntung aku enggak kenapa-napa gak kehilangan apapun dan masih bisa hidup masih bisa nulis juga sampe sekarang.

Aku memang masih manja. Masih butuh tempat buat bergantung. Belum sepenuhnya bisa berdiri sendiri.
Tapi, coba deh kalau lagi diposisi kayak gini, berobat pasti maunya ditemenin kan? Belom sanggup juga langsung bawa motor sendirian lagi. Tapi kalau aku minta temenin, ngerasa enggak enak juga. Belom tentu juga mau nemenin kan? Sebenernya hal-hal kecil karena ketakutan ku sendiri yang ngebuat aku belum bisa berdiri sendiri. Aku masih butuh seseorang yang deket sama aku, yang ngebuat aku gak segan untuk meminta dan enggak segan untuk memberi.

Hubungan dua arah. Dimana kamu memberi lebih, aku akan memberi kamu lebih-lebih. Itu yang ngebuat jadi bergantung, jadi lebih aku ke kamu daripada aku ke yang lain. Mungkin juga kamu ke aku daripada ke yang lain. aku gatau. Ya mungkin bisa dibilang, aku cuma punya kamu disini. Walaupun ada tante dan om ku tapi tetep ga sedeket aku ke kamu. Tetep ngerti kan yang namanya deketnya itu beda, Aku pikir, cewek mana yang enggak butuh teman deket diperantauannya? Kayaknya gaada. Kalaupun ada mungkin dia yang terlalu hebat. Atau mungkin mungkin yang lainnya. Kayak citra yang butuh adanya Mas Riza Kayak Aan yang butuh dengan adanya Azhar. Ya sama dengan aku, yang butuh dengan adanya orang lain dalam hidupku disini.

Tapi walaupun aku tau aku masih manja aku masih merasa cukup hebat, habis jatuh tadi bisa pulang sendiri sampai dirumah. Aku berani meninggalkan kebiasaanku manja di kotaku sana, Jakarta. Semuanya itu butuh waktu. Untuk membiasakan segalanya cuma butuh waktu. Cepat atau lambat, orang yang selalu disampingku juga gaakan selalu ada disampingku, buat aku. Waktu yang mempertemukan, waktu juga yang akan memisahkan, dan waktu juga yang akan membiasakan.

Semoga anak manja yang lagi sakit ini bisa cepat sembuh, bisa cepat berjuang kembali.